AWAS!!!! MALAR (REFLEKSI MANUSIA ULAR)
Dari beberapa ilustrasi tentang ular tersebut, dapat disimpulkan bahwa kebanyakan ular adalah musuh bagi manusia. Nah, sekarang yang menjadi pertanyaannya, apa itu manusia ular (malar)? Silumankah? Makhluk jadi-jadiankah kaya cerita sinetron di TV?
Yang saya maksudkan dalam potingan kali ini adalah bukan siluman ular, bukan pula Dewi Ular, dan bukan Pawang ular, tapi manusia yang berwatak ular (Malar). Ketika manusia mengadopsi watak sang ular maka berjatuhanlah korban akibat “gigitannya”.
Mungkin didalam kehidupan sehari-hari baik itu didalam dunia kerja, dunia politik, dunia pendidikan, dan dunia-dunia lainnya, kita pernah berhadapan dengan manusia yang berwatak ular dimaksud. Ular dalam keadaan licin begitu susah ditangkap. Begitu juga malar, begitu susah dipercaya karena “licin” dan pandai berkelit. Jika saat berbicara, begitu susah ditangkap mana omongannya yang benar, dan mana yang salah. Pada awalnya, argumentasi malar semua masuk akal, tapi setelah dipikir-pikir agak mendalam ternyata tidak ada satupun komitmen yang dapat dipegang.
Begitu juga saat malar mencari kawan. Mereka lebih memilih yang dekat dengan kekuasaan, kekuasaan apa saja, dimana saja, dengan cara apapun, sehingga disekitar kekuasaan menjadi ramai. Namun ketika puncak kekuasaan itu menjadi puncak kesepian, malar yang tadinya menyanjung akhirnya menghujat dan meninggalkannya dengan alasan sendiri-sendiri.
Begitulah sang Malar jika beraksi, begitu licin dan berdarah dingin, so guys Waspadalah, waspadalah.

